10
Jul
11

Ekspedisi Buka Jalur

Ekspedisi buka jalur adalah hal yang sangat menarik dan menantang untuk dilakukan, terutama bagi kalangan pendaki yang memahami navigasi karena ekspedisi buka jalur sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan navigasi.tapi pernahkah kita berpikir bahwa kegiatan ini bisa menimbulkan musibah bagi pendaki lain yang tidak menguasai kompas dan peta dan juga bisa manjadi bencana bagi gunung itu sendiri.
Agar kegiatan ini tidak menjadi sumber masalah, sebaiknya ekspedisi buka jalur jangan dilakukan di gunung-gunung wisata atau gunung yang sering didaki oleh pendaki-pendaki pemula dan lakukanlah di gunung-gunung yang Cuma didaki oleh oleh kalangan pencinta alam. Kenapa begitu? Karena banyak pendaki yang tersesat saat turun dari puncak karena menemukan jalur lain, tidak paham orientasi karena tidak mengerti kompas dan peta. Jika sudah tersesat, yang sering terjadi adalah kepanikan yang akhirnya menjadi awal musibah hilangnya orang digunung.
Jika terjadi musibah pendaki hilang digunung, tentunya kita akan turun melakukan kegiatan SAR untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Seperti pengalaman sebelumnya, setiap kegiatan SAR yang dilakukan di gunung/hutan akan menjadi bencana nagi alam dengan rusaknya ekosistem di gunung itu karena kita harus menjelajahi setiap sudut-susut gunung untuk mencari pendaki yang hilang.
Nah, kegiatan yang awalnya mendatang nilai positif buat kemampuan navigasi kita akhirnya bisa menimbulkan musibah dan bencana.
Karena itu, sangat diharapkan buat rekan-rekan sesama pencinta alam/ pendaki profesional agar tidak melakukan ekspedisi buka jalur di gunung-gunung wisata. Lakukanlah ini di gunung/ hutan yang masih perawan atau setidaknya di gunung yang cuma didaki oleh para pendaki yang sudah terlatih.
Buat rekan-rekan lain yang gemar mendaki dan belum menguasai navigasi, kompas dan peta. Sangat disarakan untuk bergabung dengan organisasi/ kelompok pencinta alam karena banyak sekali manfaatnya atau paling tidak berteman dengan pendaki-pendaki yang fahan navigasi, kompas dan peta untuk belajarlah dengan mereka karena pengetahuan akan mengurangi tingkat resiko.
Resiko selalu ada buat siapapun tapi kesiapan fisik, mental dan pengetahuan akan mengurangi resiko buat kita dalam melakukan kegiatan dialam bebas.

Salam lestari

Kirbhy GeMPA

04
Jul
11

Semburan di G.Kerinci

“Ternyata benar apa yang dibilang pendaki tadi, suasana dipuncak sangat berkabut dan hampir tiap 5menit debu pasir menyembur dari puncak yang terlihat jelas dari shelter terakhir, tempat aku berdiri sekarang. Setelah menikmati beberapa semburan karena ini pertama kali aku melihat langsung kejadian seperti ini, apalagi saat ini aku hanya berjarak sekitar 250meter dari puncaknya. Ughhh, menakjubkan bathinku sambil mulai mendirikan tenda dan berharap semoga esok pagi kondisi puncak sudah reda dan cuaca cerah”

Pendakian ke g.kerinci aku lakukan sewaktu masih bekerja di pulau nias pada tahun 2008, sebelumnya rencana ke g.kerinci sudah 2 kali tertunda dengan 2 alasan yang berbeda pula.
ketika tiba saat R n R, tiket penerbangan yang seharusnya ke medan aku minta untuk ditukar dengan tiket ke padang. awalnya tidak diijinkan oleh management tapi dengan sedikit negosiasi akhirnya aku dapatkan juga.
smac air, pesawat yang akan membawaku ke padang ternyata lebih kecil dari merpati tujuan medan-nias “wah pasti seru neh” kataku dalam hati dan semoga cuaca cerah selama penerbangan.
setelah lepas landas pesawat langsung berada di atas lautan dan belum sampe 1jam terbang, pesawat pun mendarat di pulau telo untuk menurunkan dan menaikkan beberapa penumpang.sesaat aku teringat ketika bencana gempa nias tahun 2005. waktu itu aku dan beberapa anggota GMPA-ITM lainnya berangkat ke pulau nias untuk melakukan kegiatan SAR bersama tim dari pemprovsu. selain ke pulau nias, waktu itu kami juga berangkat ke pulau telo dengan boat sewaan dari teluk dalam.
Tiba di bandara padang, aku langsung telpon ke unand dan beberapa jam kemudian tiba disana dan bertemu dengan beberapa pendaki yang pernah mampir di GMPA-ITM dan mendaki bareng ke G.Pintau di sumut pada tahun 2005.
Setelah 2hari dipadang, pada minggu malam selepas maghrib. aku dan tomi berangkat ke kayu aro – jambi yang berada di kaki G.Kerinci, sayang sekali karena perjalanan malam aku tidak bisa menikmati pemandangan selama dalam perjalanan dan akhirnya kami tiba sekitar jam1 malam.
Kamipun berjalan melewati hamparan kebun teh menuju pintu rimba, setelah berdiskusi kamipun memilih satu lokasi untuk mendirikan tenda. Kabut tebal membuat suhu malam ini semakin dingin mengigit tapi kami bersyukur karena tidak turun hujan hingga kami bebas memasak. setelah selesai makan tengah malam, kamipun istirahat sambil briefing untuk rencana esok hari lalu mencoba memejamkan mata sambil berharap agar cuaca esok hari bersahabat selama melakukan pendakian.
Sebelum tertidur, aku teringat lagi tentang berita di televisi tadi pagi “G.Kerinci status awas, dilarang melakukan pendakian” tapi sambil bergurau kami bilang “agh, ga percaya” sebelum liat sendiri.he227
Meski sudah pakai jacket dan sembunyi dalam sleeping bag tapi masih saja terasa dingin hingga beberapa kali kami terbangun sebelum akhirnya terlelap hingga pagi. Dan ketika mataku terbuka, hari sudah siang dan langsung keluar tenda.wah, pemandangan yang sangat menakjubkan. begitu indah dan sangat bersyukur karena cuaca cukup cerah tapi gunung itu cuma kelihatan bagian bawahnya saja, lebih dari setengahnya tertutup kabut tebal.hmm, semoga berita di televisi itu tidak benar “bathinku”
Setelah masak dan sarapan, kami langsung packing secepat mungkin dan langsung melakukan pendakian dengan terlebih dahulu berdo’a pada sang Khalik.
Setelah lebih dari 1tahun tidak pernah hiking, pendakian ini terasa sangat berat untukku.belum lagi pengaruh bobot tubuhku yang bertambah belasan kg sejak lulus kuliah, aghh. meski begitu aq tetap semangat karena sudah lama aku ingin mendaki gunung tertinggi di sumatera ini.
1 persatu 1 shelter pun kami lewati dan beberapa kali kami berhenti untuk beristirahat.kami juga bertemu beberapa pendaki yang turun dari puncak termasuk seorang pandaki dari inggris. Bagus juga nyalinya kataku dalam hati, dia mendaki sendirian (1hal yang belum pernah aku lakukan) tapi dia bilang tidak bisa ke puncak karena kabut sangat tebal. wah, sayang sekali dia terlalu mudah untuk menyerah mencapai puncak atau terlalu patuh akan safety procedure “bathinku”. Sebelum melanjutkan perjalanan masing-masing yang berlawanan arah, aku sempat mengajaknya mendaki lagi dan mencoba mencapai puncak subuh besok tapi dia menolaknya karena sudah punya jadwal lain. “Oke friend, catch u later”
Sebelum tiba di bebatuan cadas, kamipun beristirahat sambil mengisi perbekalan air yang sudah menipis, setelah air penuh dan penat mulai berkurang karena harus tiba di shelter terakhir sebelum gelap datang. Kami langsung melanjutkan pendakian dan langsung disambut batuan cadas yang basah dan berlumpur, dan keringatpun mulai mengucur agi dari pori-pori.
saat tiba di hutan perdu, pemandangan mulai cerah. terlihat awan menutupi setengah dari gunung ke bawah. namun di puncak, cuaca cerah itu tertutup debu pasir yang sangat tebal.
Meski lelah tapi kami terus mendaki dan saat tiba di shelter terakhir kami bertemu sekelompok pendaki yang sudah mendirikan tenda.
“Lestari” ucap kami dan dibalas juga oleh mereka “Lestari”
Lalu aq bertanya : ada rombongan pendaki yang naik di depan kami?
tidak ada, jawab mereka.”hmm, jd suara rombongan pendaki didepan kami yg sering aq dengar itu suara siapa?batinku” tapi aku tidak mau terlalu memikirkannya karena keindahan suasa disini sangat mengagumkan.
setelah ngobrol sebentar, kami langsung naik keatas mencari tempat camping dan menemukan tempat yang nyaman dan agak terlindung dari hembusan angin.hmmm, sejenak aku menatap kearah puncak yang berkabut.
“Ternyata benar apa yang dibilang pendaki tadi, suasana dipuncak sangat berkabut dan hampir tiap 5menit debu pasir menyembur dari puncak yang terlihat jelas dari shelter terakhir, tempat aku berdiri sekarang. Setelah menikmati beberapa semburan karena ini pertama kali aku melihat langsung kejadian seperti ini, apalagi saat ini aku hanya berjarak sekitar 250meter dari puncaknya. Ughhh, menakjubkan bathinku sambil mulai mendirikan tenda dan berharap semoga esok pagi kondisi puncak sudah reda dan cuaca cerah”
sebelum gelap, kami sudah selesai mendirikan tenda dan memasak. Selesai makan malam kami briefing untuk rencana pendakian besok. Kamipun beristirahat dan memejamkan mata. Baru tertidur sekitar 2jam, aq terbangun karena suhu dingin. jari-jari tangan serasa beku dan susah digerakkan.
lama kelamaan rasa kantukku mulai datang lagi mengalahkan rasa dingin dan aku pun….ZZZZZZZ
kreng…..!
Suara alarm mebangunkan kami sekitar jam 4.30 pagi, kami pun bersiap-siap melakukan pendakian kepuncak sambil berharap cuaca cerah dan semburan debu pasir dari puncak sudah reda. lalu aku membuka pintu tenda dan hawa dingin langsung menyerbu kami membuat tubuh mengigil meski sudah memakai jacket.diluar masih gelap dan tidak lama kemudian kami langsung bergerak menuju puncak dengan membawa perbekalan sekedarnya dan beberapa perlengkapan.
Baru beberapa menit mendaki, kami sudah diserbu semburan debu pasir dari puncak. Lalu kami mencari celah-celah untuk berlindung dan ternyata rombongan yang kami temui kemaren sore sudah ada disini dan sedang berlindung juga dari semburan debu pasir. Belum habis debu yang pertama sudah datang lagi debu berikutnya, nafaspun jadi sesak dan terpaksa harus menutup mulut dan hidung dengan syal sampe 2 lapis. Itupun masih saja tembus oleh debu yang sangat halus.
Target untuk tiba dipuncak sebelum sunset terpaksa harus ditunda karena matahari mulai keluar dari tempat persembunyiannya, meski hampir 3/4 dari tinggi gunung ini tertutup hamparan awan yang tebal tapi cuaca cukup cerah. Hanya bagian puncak saja yang tertutup kabut tebal. Setelah matahari terbit, kami putuskan untuk langsung ke puncak meskipun semburan debu pasir belum reda juga. Tanah yang kami lalui juga ternyata sangat labil, hampir setiap 2kali melangkah maka 1kali tanahnya merosot, praktis waktu yang dibutuhkan jadi lebih lama.
Seperti biasa, setiap mendaki aku selalu mengamati bentangan alam disekitar karena sewaktu-waktu akan sangat bermanfaat jika kompas tidak berfungsi.
Peluh pun mengucur deras, meski hawa masih sangat dingin tapi tetap saja tubuh kami berkeringat.
Akhirnya kamipun tiba di puncak G.Kerinci, gunung tertinggi di pulau sumatera dan tertinggi kedua di indonesia. Setelah sujud syukur, kami pun mengambil beberapa photo tapi sayang sekali karena jarak pandang hanya sekitar 10meter sehingga pemandangan lain tidak jelas terlihat. Debu pasir masih saja menyembur dan dipuncak debu itu terasa sangat tebal sehingga jejak kaki kami yang baru sekitar 10 manit yang lalu telah hilang tapi kami masih bersyukur karena debu-debu itu tidak berhawa panas.
Ketika hendak turun, rekanku baru menyadari karena kompasnya tertinggal di tenda. Agh, aku jadi teringat cerita seniorku tentang pendaki yang mati di gunung ini karena salah arah ketika hendak turun dari puncak.
Aku mencoba mengamati bentangan alam disekitarku tapi sangat tidak jelas karen tertutup oleh kabut dan ketika aku menoleh ke tomi ternyata dia sudah beranjak turun sekitar 30 meter dibawah ku. Akupun mengikutinya tapi keraguan mulai muncul dalam benakku.
Langkahnya sangat yakin dan cepat, sedang aku sengaja pelan-pelan karena masih ragu dan mengamati kontur disekitarku dan beberapa detik kabut itu lenyap terbawa angin dan akupun sadar bahwa kami sudah salan arah. Seharusnya kami turun 90 derajat disebelah kiri punggungan yang sedang kami turuni.
“Tom, salah arah” teriakku tapi dia sudah cukup jauh dan tidak bisa mendengar suaraku dan ketika dia menoleh kearahku. Aku mencoba memberi isyarat bahwa arah kami harusnya di sebelah kiri dan aku minta dia untuk berhenti, lalu aku bergegas menyusulnya.
Setelah berada di dekatnya, aku jelaskan semua tapi dia masih yakin dengan arah ini. Jadi kami putuskan untuk istirahat sambil menunggu kabut hilang dan setelah menunggu hampir 15menit, kabutpun hilang sebentar dan terlihat bahwa tenda kami tepat disebelah kiri. Setalh briefing, kami putuskan untuk memotong punggungan dan lembah karena untuk kembali kepuncak sudah terlalu jauh dan elevasi kami sekarangpun sudah hampir sejajar dengan posisi tenda.
Matahari mulai mengluarkan hawa panas saat kami melintasi lembah-lembah yang berdinding vertikal dengan dalam 2 hingga 7 meter dan sering sekali kami harus memanjat untuk keluar dari lembah dan setelah hampir 45menit kampun tiba ditenda. Saking lelahnya, sewaktu istirahat kami langsung tertidur hampir 2 jam.
Begitu terbangun, kami langsung packing dan bergerak turun agar tiba dipintu rimba sebelum gelap. Perjalanan turun jauh lebih santai, sambil menikmati pemandangan yang ada. Meski cuaca cerah tapi jalur tetap saja berlumpur dan basah, terkadang kami terpeleset dan terjatuh tapi syukurlah itu tidak membuat cedera.
Sekitar pukul 17.00 wib kami tiba juga dipintu rimba dan setelah istirahat sejenak, kami lanjutkan perjalanan melewati kebun teh yang luas menghampar bak permadani raksasa hingga tiba di tugu HARIMAU.
Sesampainya di desa kayu aro, kami langsung mencari warung makanan karena perut sudah terlalu lapar karena sejak masih dalam perjalanan turun tadi cacing dalam perutku sudah berdemonstrasi, untung saja ga sampe bakar-bakar ban didalam sana. aghh gawat kalau itu terjadi
Sambil ngobrol dengan penjaga warung, aku bertanya “kenapa disimpang jalan ke G.Kerinci itu dibuat patung harimau?” Dan ternyata disini masih banyak terdapat harimau sumatera dan paling sering terlihat dikaki G.Kerinci khususnya di kawasan shelter 1 karena konturnya masih landai. Olala….
Malam belum datang tapi hawa dingin sudah menggigit, ughhh. Kamipun numpang ke kamar mandi warga untuk bersih-bersih dan ganti pakaian (kondisi seperti ini, sosped harus dijalankan bro..!)he227
Selesai maghrib, sudah ga tahan lagi untuk tidak pakai jacket. Sambil menunggu angkutan ke padang. Kami ikut duduk di dekat api ungggun yang dibuat oleh seorang warga (sebenarnya seh, orang bakar sampah tapi ditambah lagi dengan kayu bakar biar api lebih tahan lama.)he227
Sebenarnya masih ingin mengunjungi berbagai tempat adventure dan wisata lainnya seperti danau gunung tujuh yang pernah diceritakan seniorku k’salman tapi waktu liburan ga akan cukup karena aku harus pulang keaceh sebelum akhirnya kembali lagi kenias.
Dalam perjalanan pulang, mobil yang baru beberapa ratus meter kami tumpangi tiba-tiba berhenti.ternyata ada lelaki paruhbaya yang naik dan duduk disebelah kami.
“baru turun dari kerinci ya dek?” tanya sibapak
“oh iya neh pak, asli orang sini ya pak?” jawab kami
“ iya, tadi malam nginap dimana?” lanjutnya
“ dipuncak pak, shelter terakhir” balasku
“wah, tadi malam kan ada semburan api dipuncak” katanya lagi dengan wajah kaget kayak disambar petir
“ wah yang bener pak?” jawab kami lebih kaget lagi kayak dikejar ombak tsunami.
Beberapa menit ngobro dan akhirnya kami terlelap diatas roda empat yang meluncur, menembus malam.

18
Oct
10

aneh

teman” dan adek aq berkata bahwa aq manusia yang aneh tp aq punya teman kerja yang aq anggap 2x lebih aneh dari aq.
nah td aq chat dengannya, dia berkata bahwa dia kenal dengan orang yang lebih aneh dari dia.

kalau di buat persamaannya ke dalam satuan meter, maka dihasilkan :
aq = aneh x 1 = m1
teman aq = aneh x 2 = m2
temannya teman aq = aneh x 3 = m3

15
Oct
10

Selamat Ulang tahun GMPA-ITM

Gempa..Gempa..Gempa….!
lantangkan suara teriakkan gempa, smoga GMPA tetap biru, tetap tegar melangkah dengan jiwa-jiwa yang bijaksana.
Cinta dan Rindu kami buat GMPA….!
sukses selalu hingga bumi ini berhenti berputar

Gempa, Gempa, Gempa

kirbhy
XIII.227.03.SR.11

02
Sep
10

Adventure, backpacking, travelling and Touring

Secara umum banyak orang yang menganggap travelling sama dengan backpacking atau menganggap backpacking sama dengan adventure, memang seh secara umum aktivitas ini terlihat sama yaitu sama melakukan perjalanan.
tapi sebenarnya ada beberapa perbedaan diantara tiga kegiatan tersebut :

Adventure :
Adventure/ Petualangan adalah kegiatan dialam bebas yang penuh dengan tantangan dan kegiatan ini sering disebut expedition/ ekspedisi. sebelum melakukan ekspedisi setiap team/ individu harus mekakukan persiapan sebaik mungkin, baik itu fisik, keahlian, peralatan dan skedule kegiatan.
persiapan yang matang akan sangat membantu kesuksesan sebuah ekspedisi, oleh karena itu di butuhkan keterampilan, waktu dan biaya yang cukup besar untuk melakukan adventure ekspedition.
beberapa divisi adventure adalah : mountaineering, rock climbing, caving, rafting, snorkeling, dll.

Backpacking :
Sekilas penampilan seorang backpacker terlihat sama dengan seorang adventurer karena sama-sama menggunakan Carier/ ransel besar. namun kenyataannya sangat berbeda karena seorang backpacker tidak membutuhkan adventure equipment yang khusus seperti tali karnmantel, sepatu panjat, perahu, dan tenda karena backpacking itu umumnya perjalanan dari satu daerah ke daerah lain dengan cara estapet dan dana yang seminim mungkin, tujuan utama perjalanan ini adalah untuk mengenal budaya daerah yang di kunjunginya. dalam setiap perjalanan seorang backpacker berusaha untuk mendatangi tempat sebanyak-banyaknya dan sangat berbeda dengan adventure expedition karena dalam ekspedisi tujuannya cuma ekspedisi yang telah direncanakan.
jika para adventure umumnya menginap di dalam tenda dan di alam terbuka, para backpacker biasanya tidur di terminal, bandara dan tempat-tempat publik lainnya.

Travelling :
Ini adalah perjalanan rekreasi buat mereka yang tidak terbiasa dengan fasilitas yang terbatas tapi suka mengunjungi tempat wisata. orang yang melakukan travelling biasanya menginap di hotel/villa/cottage. persiapan fisik dan peralatan tidak terlalu dibutuhkan karena di tempat yang akan dikunjungi semua sudah tersedia yang tentunya harus punya persiapan dana yang cukup.

Touring :
Untuk melakukan kegiatan ini, anda butuh kemampuan dan stamina dalam mengemudi. baik itu mobil maupun sepeda motor, onroad ataupun offroad. lakukan service kendaraan sebelum melakukan perjalanan dan beristirahlah jika sudah mengantuk. jika malakukan touring dalam jumlah yang kendaraan yang banyak, jangan membunyikan klakson secara beramai-ramai agar tidak mengganggu masyarakat lain terutama kota/desa yang dilintasi dan jangan memaksa kendaraan lain untuk minggir demi kepentingan rombongan tapi dahului kendaraan lain dengan tertib dan tidak perlu harus dengan berkonvoi jika melewati kawasan perkampungan.

anda ingin melakukan perjalanan? silahkan pilih sesuai hoby, tujuan dan budget anda.

02
Sep
10

Almost Africa

Akhirnya mulai lagi perjalanan baru di daerah yang gersang bagaikan di africa, dan aq sebut ini almost africa..!

28
Feb
10

Rain Coat

Rain Coat (mantel hujan) adalah salah satu bagian yang vital dalam melakukan aktifitas di alam bebas karena berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan angin. Tapi ternyata banyak sekali kwalitas Rain Coat yang tidak sebanding dengan harganya. dengan harga yang cukup mahal dan label waterproop ternyata tidak menjamin kwalitas Rain Coat karena tidak bisa melindungi para penggunanya dari hujan lebat. padahal dengan label waterproof yang di tulis seharusnya rain coat tersebut harus tahan dan tidak tembus air walau hujan lebat sekalipun.
Seharusnya Rain Coat juga harus melewati proses sertifikasi seperti halnya harness, rope dan peralatan mountaineering lainnya karena Rain Coat yang tidak WaterProof dapat menjadi awal malapetaka dalam sebuah petualangan di alam bebas.
Bayangkan jika seorang pendaki membeli Rain Coat dengan Label Waterproof (sewaktu mau berangkat mendaki gunung) dan belum sempat mencoba Rain Coat tersebut dalam kondisi hujan lebat. sewaktu dalam pendakian terjadi hujan yang sangat lebat disertai badai dengan posisi pendaki berada di punggungan yang tipis dan tidak mungkin untuk mendirikan tenda, nah apa yang bakal terjadi jika ternyata Rain Coat yang baru saja dia beli ternyata tidak benar-benar waterproof? pendaki tersebut kemungkinan besar akan mengalami Hipotermia.
Semoga ini bisa menjadi perhatian buat pihak yang berwenang untuk mengurusi masalah sertifikasi peralatan Mountaineering dan perusahaan adventure equipment, karena banyak orang yang tidak terlalu mengerti tentang kwalitas Rain Coat terutama para pendaki yang tidak tergabung dengan organisasi petualangan.
karena untuk mengurangi resiko musibah petualangan adalah tanggung jawab semua orang (petualang, perusahaan adventure equipment dan organisasi yang bertanggung jawab untuk sertifikasi adventure equipment)

Tips :
1. Selalu melakukan ujicoba terhadap peralatan yang dibeli sebelum melakukan kegiatan di alam/ petualangan
2. Kelengkapan dan kwalitas peralatan pendaki juga seharusnya diperiksa oleh penjaga pintu masuk jalur pendakian

Lestari

Kirbhy
XIII.227.03.SR.11
GMPA ITM

12
Jan
10

holliday in bandoeng

29
Jul
09

pacu cs in wall’s

Roof

Pacu on roof

top "assafiyah wall"

Pacu

ricky on roof

ricky on roof

ali

ali

16
Jul
09

Terdampar di kaki G.Salak

G.Salak, Jawa Barat
G.Salak, Jawa Barat

Setelah hampir 8 bulan tinggal di pulau nias yang panas akhirnya aku sekarang berada di jawa barat. lebih asyik lagi karena wilayah kerjaku berada di kawasan G.Salak yang terkenal itu dengan suhu yang cukup dingin.
sayang sekali, setelah setahun berada tapi rencana mendaki tidak bisa terwujud. semoga bisa dilakukan dimasa yang akan datang.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.